Begini Penjelasan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Soal Usulan BRI dan BSI Menjadi Bulllion Bank

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 9 Desember 2024 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

KENGPO.COM – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) diajuķan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dijadikan bank emas atau bullion bank.

Bullion bank mampu menjadi katalis dalam mendukung industri manufaktur lokal sekaligus menarik investasi asing ke Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan arahan presiden untuk mengembangkan 36 sektor prioritas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen per tahun.

Usulan pembentukan bullion bank ini akan diajukan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan dan mendorong implementasi strategisnya di sektor keuangan Indonesia.

Adapun OJK telah membentuk regulasi Peraturan OJK (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion.

Regulasi itu dirilis sebagai pedoman bagi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) mengatur kegiatan usaha kegiatan usaha bullion bank.

Regulasi POJK ini nantinya akan mencakup pelaksanaan kegiatan usaha bullion dan persyaratan LJK penyelenggara kegiatan usaha bullion.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal itu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/12/2024)

Airlangga menyampaikan hal itu dalam pidato kunci dalam acara Indonesia SEZ Business Forum 2024

“Menurut saya, ini adalah awal mula beberapa bank akan menjadi bank emas batangan.”

“Saya mengusulkan kepada OJK, BRI yang merupakan holding Pegadaian, dan juga BSI dapat menjadi bank emas di Indonesia.”

“Kita tahu bahwa emas merupakan bagian dari investasi yang aman selama krisis,” kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki cadangan emas yang besar.

PT Pegadaian, misalnya, saat ini menyimpan stok emas sebanyak 70 ton.

Namun, selama ini stok emas tersebut hanya dicatat sebagai tonase tanpa dimasukkan ke dalam neraca keuangan bank.

“Di negara lain, seperti Singapura, emas sudah dimasukkan ke dalam neraca bank, sehingga memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Namun sebaliknya, di Indonesia emas sering hanya dikelola sebagai bahan mentah tanpa pengolahan penuh.

Airlangga menambahkan bahwa pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik memberikan kontribusi penting.

Dalam mendorong hilirisasi tembaga hingga menghasilkan emas. Hilirisasi KEK Gresik menghasilkan hingga 60 ton emas per tahun.

“Jadi kali ini untuk pertama kalinya, 60 ton emas bisa diproduksi di Gresik,” ucap Airlangga.

Lebih lanjut, menurut Airlangga, keberadaan bullion bank juga dapat mengubah pola bisnis emas di Indonesia.

Selama ini industri perhiasan domestik sering kali mengolah emas di luar negeri seperti Singapura, hanya untuk kemudian dikembalikan ke Indonesia.

Pola ini justru membuat kehilangan nilai tambah dari pengolahan emasnya.

Maka dari itu, dengan adanya bullion bank, Indonesia diharapkan bisa memperbaiki situasi ini.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Minergi.com dan Haibisnis.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Kontenberita.com dan Harianbanten.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia  / PSPI): 085315557788, 08781555778808111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android)  dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Berita Terkait

PR Newswire Gandeng PSPI Perluas Jangkauan Distribusi Press Release ke Kanal Berita Indonesia
Krisis 1998, BLBI, dan Akuisisi BCA: Mengukur Jalan Koreksi Tanpa Guncang Pasar
Investor Lebih Realistis, CSA Index September 2025 Turun ke 65,4
24 Jam Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Dituduh Mundur
Menimbang Burden Sharing BI dan Kemenkeu, Stabilitas Ekonomi Atau Risiko Inflasi?
Transaksi Harbolnas 2025 Ditargetkan Naik Sebesar 12 Persen Jadi Rp35 Triliun
Kredit Murah Menanti, BI Pastikan Bunga Turun Secara Bertahap
Panduan Lengkap Undang Jurnalis Ekonomi untuk Liputan Bisnis Berkualitas
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 19 November 2025 - 06:57 WIB

PR Newswire Gandeng PSPI Perluas Jangkauan Distribusi Press Release ke Kanal Berita Indonesia

Minggu, 14 September 2025 - 22:49 WIB

Krisis 1998, BLBI, dan Akuisisi BCA: Mengukur Jalan Koreksi Tanpa Guncang Pasar

Jumat, 12 September 2025 - 15:02 WIB

Investor Lebih Realistis, CSA Index September 2025 Turun ke 65,4

Kamis, 11 September 2025 - 07:27 WIB

24 Jam Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Dituduh Mundur

Selasa, 9 September 2025 - 00:02 WIB

Menimbang Burden Sharing BI dan Kemenkeu, Stabilitas Ekonomi Atau Risiko Inflasi?

Berita Terbaru