TIONGHOANEWS.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili merupakan momentum memperkuat toleransi dan persaudaraan antaretnis dan umat beragama.
Sebab, solidaritas dan kebersamaan dalam perbedaan akan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan hal itù dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (29/1/2025)
“Semangat kebersamaan ini harus terus kita pelihara dan lanjutkan. Maka mari kita jadikan momen perayaan Tahun Baru Imlek 2025.”
“Untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antaretnis dan umat beragama,” kata Puan.
“Melalui solidaritas, kebersamaan, dan kerja bersama, kita akan mampu menghadapi tantangan yang ada.”
“Dan menciptakan masa depan yang cerah bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
Dia pun menilai perayaan Imlek dapat dijadikan sebagai inspirasi bagi semua untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan berempati terhadap sesama.
Di samping itu, dia menekankan bahwa bangsa Indonesia yang memiliki beragam etnis, suku, budaya, dan agama dapat berdiri kokoh.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Karena masyarakatnya memiliki semangat kebersamaan dan harmoni dalam bingkai Pancasila.
“Itulah mengapa para pendiri bangsa menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia.”
“Semboyan ini menggambarkan walaupun kita memiliki keberagaman namun Indonesia tetap merupakan satu bangsa yang utuh,” ujarnya.
Dia lantas memaparkan unsur keberagaman di Indonesia sendiri sudah menjadi perhatian khusus sejak zaman kemerdekaan.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Dengan diterbitkannya Penetapan Pemerintah No.2/OEM-1946 tentang hari-hari raya umat beragama oleh Presiden Ke-1 RI Soekarno.
Yang di dalamnya ikut memasukkan perayaan Imlek sebagai hari perayaan agama secara nasional.
Hingga pada 2002, perayaan Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan Keppres Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hari Tahun Baru Imlek yang dikeluarkan oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Untuk itu, dia pun mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili kepada seluruh warga etnis Tionghoa maupun umat Konghucu di Indonesia yang berkumpul merayakan Imlek.
“Selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili bagi masyarakat Tionghoa dan umat Konghucu.”
“Mari kita sambut Tahun Ular Kayu dengan penuh semangat untuk tumbuh dan berkembang dan semoga semua harapan di tahun baru ini bisa tercapai,” katanya.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
“Semoga masyarakat Tionghoa dan umat Konghucu dapat menjalankan ibadah secara khidmat.”
Dia berharap pula perayaan Tahun Baru Imlek dapat membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi semua.
“Sekali lagi saya ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Mari sambut tahun baru ini dengan harapan dan tekad untuk keberkahan dan keselamatan untuk Indonesia. Gong xi fa cai!” kata dia.***









