OJK Dorong Integrasi Data untuk Percepat Proses Perizinan Profesi Pasar Modal

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERKUMPULAN Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) mendorong penguatan kompetensi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem profesi pasar modal Indonesia yang modern, digital, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dibahas dalam Sarasehan PROPAMI 2026 yang digelar Jumat, 7 Agustus 2026, di Le Meridien Hotel Jakarta.

Mengusung tema “Kolaborasi Nasional Membangun Ekosistem Profesi Pasar Modal Indonesia yang Modern, Digital, dan Berkelanjutan”, sarasehan tersebut mempertemukan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM), serta pengurus dan anggota PROPAMI dari berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum PROPAMI, N.S. Aji Martono, mengatakan transformasi industri pasar modal harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan standar kompetensi profesi.

Menurut Martono, perkembangan teknologi dan dinamika industri menuntut para profesional pasar modal untuk terus meningkatkan kemampuan, memahami regulasi, serta beradaptasi dengan perubahan.

“Industri pasar modal terus berubah. Karena itu, profesi juga harus terus berkembang, baik dari sisi kompetensi, pemahaman regulasi maupun kemampuan beradaptasi terhadap teknologi,” ujar Martono.

Ia mengatakan PROPAMI terus mendorong kolaborasi dengan regulator, lembaga sertifikasi, bursa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat profesionalisme praktisi pasar modal.

OJK Dorong Penyederhanaan Regulasi Perizinan

Dalam sarasehan tersebut, Ridwan, Kepala Departemen Perizinan, Kelembagaan, dan Profesi Pelaku OJK, menyampaikan langkah OJK dalam menyederhanakan dan menyinkronkan regulasi terkait perizinan wakil perusahaan efek.

OJK, kata Ridwan, berencana mengintegrasikan sejumlah Peraturan OJK (POJK) terkait menjadi satu regulasi yang lebih komprehensif. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan sinkronisasi dalam proses perizinan di ekosistem pasar modal.

Selain penyederhanaan regulasi, OJK juga mendorong digitalisasi dan otomasi proses perizinan melalui integrasi data dari berbagai pihak.

Integrasi tersebut mencakup data kependudukan, lembaga sertifikasi, dan asosiasi profesi. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, proses perizinan diharapkan menjadi lebih efisien dan mengurangi proses administrasi yang berulang.

Menurut Ridwan, transformasi digital dalam proses perizinan perlu berjalan sejalan dengan perkembangan industri dan kebutuhan profesional pasar modal.

BEI Soroti Kualitas Emiten Baru

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO).

Ia menilai pasar modal Indonesia masih menunjukkan resiliensi yang baik. Namun, kualitas perusahaan yang masuk ke bursa tetap menjadi perhatian agar mampu memberikan nilai jangka panjang bagi investor.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara Self-Regulatory Organization (SRO) dan profesi pasar modal, khususnya penjamin emisi efek atau underwriter, dalam memastikan kesiapan perusahaan sebelum melakukan IPO.

Kolaborasi tersebut mencakup aspek tata kelola, transparansi, kesiapan perusahaan menjadi perusahaan publik, serta kemampuan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi investor.

Kualitas perusahaan yang masuk ke bursa dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia.

Kompetensi Profesi Perlu Diperkuat

Penguatan kompetensi sumber daya manusia juga menjadi salah satu pembahasan utama dalam Sarasehan PROPAMI 2026.

Dalam perkembangan industri yang semakin cepat, profesional pasar modal dituntut memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk pemahaman terhadap teknologi, regulasi, manajemen risiko, dan perkembangan instrumen keuangan.

Sertifikasi profesi menjadi salah satu instrumen untuk memastikan standar kompetensi profesional. Namun, sertifikasi dinilai bukan sebagai akhir dari proses pengembangan kompetensi.

Profesional pasar modal tetap perlu mengikuti pembelajaran berkelanjutan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi, teknologi, produk investasi, dan perilaku investor.

Karena itu, PROPAMI mendorong budaya continuous learning di kalangan profesional pasar modal.

PROPAMI Dorong Pemanfaatan AI

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi bagian dari pembahasan sarasehan.

Haryajid Ramelan, Ketua II Bidang Pendidikan, Literasi, dan Digitalisasi PROPAMI, mendorong para profesional untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Menurutnya, teknologi dapat digunakan untuk membantu profesional dalam mengolah informasi, melakukan analisis, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efektivitas kegiatan profesional.

Namun, penggunaan AI tetap membutuhkan pengawasan dan pertimbangan manusia. Hasil yang dihasilkan teknologi harus diverifikasi dan digunakan sesuai dengan ketentuan serta tanggung jawab profesi.

Karena itu, kemampuan digital menjadi bagian penting dari kompetensi profesional pasar modal di tengah perkembangan teknologi.

RKAT dan Pra-RUTA Bahas Arah Organisasi

Sarasehan PROPAMI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi berupa pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) serta Pra-RUTA.

Agenda tersebut digunakan untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus mempersiapkan arah kegiatan PROPAMI dalam menghadapi perkembangan industri pasar modal.

Pembahasan mencakup penguatan kompetensi anggota, pengembangan organisasi, adaptasi terhadap teknologi, serta peningkatan kontribusi profesi terhadap industri pasar modal Indonesia.

PROPAMI menilai organisasi profesi perlu terus menyesuaikan program kerja dengan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan regulasi.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Profesi

Sarasehan PROPAMI 2026 menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi, regulator, bursa, lembaga sertifikasi, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem pasar modal yang sehat.

OJK memiliki peran dalam pengaturan dan pengawasan. BEI berperan dalam pengembangan pasar dan perusahaan tercatat. LSP-PM berperan dalam pengembangan serta sertifikasi kompetensi profesi, sementara PROPAMI menjadi wadah bagi para profesional pasar modal untuk meningkatkan kapasitas dan membangun jejaring.

Kolaborasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar perkembangan teknologi dan pertumbuhan pasar modal dapat diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia.

Dengan kompetensi yang semakin kuat, regulasi yang adaptif, pemanfaatan teknologi yang tepat, dan koordinasi antarlembaga, ekosistem profesi pasar modal diharapkan mampu menghadapi perubahan industri secara lebih baik.

Sarasehan PROPAMI 2026 menjadi bagian dari upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan pasar modal Indonesia tidak hanya membutuhkan pertumbuhan transaksi dan investor, tetapi juga profesional yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.****

Berita Terkait

Aji Martono: Kepercayaan Adalah Aset Paling Berharga di Pasar Modal
Persrilis.com Hadirkan Promo Publikasi Hingga Akhir Juli 2026, Pelaku Usaha Perlu Memanfaatkannya Sekarang
Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma
PR Newswire Gandeng PSPI Perluas Jangkauan Distribusi Press Release ke Kanal Berita Indonesia
Krisis 1998, BLBI, dan Akuisisi BCA: Mengukur Jalan Koreksi Tanpa Guncang Pasar
Investor Lebih Realistis, CSA Index September 2025 Turun ke 65,4
24 Jam Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Dituduh Mundur
Menimbang Burden Sharing BI dan Kemenkeu, Stabilitas Ekonomi Atau Risiko Inflasi?
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Aji Martono: Kepercayaan Adalah Aset Paling Berharga di Pasar Modal

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:26 WIB

OJK Dorong Integrasi Data untuk Percepat Proses Perizinan Profesi Pasar Modal

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:49 WIB

Persrilis.com Hadirkan Promo Publikasi Hingga Akhir Juli 2026, Pelaku Usaha Perlu Memanfaatkannya Sekarang

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:43 WIB

Transformasi Distribusi Press Release, Persrilis.com Gandeng New Media Network Jawab Tantangan Algoritma

Rabu, 19 November 2025 - 06:57 WIB

PR Newswire Gandeng PSPI Perluas Jangkauan Distribusi Press Release ke Kanal Berita Indonesia

Berita Terbaru